Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Mei 2017

Jangan Tidur Setelah Sahur, Ini Bahaya Bagi Kesehatan Tubuh Seorang Muslim

1. Gangguan Asam Lambung

Setelah menyantap sahur, makanan akan masuk dalam sistem pencernaan dan butuh waktu bagi lambung maupun bagian lainnya untuk mencerna makanan tersebut. Ketika seseorang telentang setelah makan, proses pencernaan menjadi tidak lancar atau menjadi lama. Akibatnya timbul rasa nyeri pada daerah sekitar ulu hati ataupun rasa panas dan tidak nyaman pada daerah tenggorokan seiring meningkatnya asam lambung.

2. Terjadi Refluks

Refluks merupakan suatu penyakit yang timbul karena kelemahan katup antara lambung dengan kerongkongan. Akibatnya timbul semacam dada yang terbakar. Salah satu tanda seseorang mengalami refluks adalah ketika bangun dari tidur setelah sahur, maka timbul rasa pahit pada daerah mulut disertai dengan kerongkongan yang panas
karenanya para dokter menyarankan agar memberi jeda sekitar 2 jam setelah sahur jika ingin tidur. Bahkan para sahabat Rasulullah mengisi waktu setelah sahur atau shalat subuh dengan dzikir hingga matahari terbit. Mereka pun akan tidur pada siang hari atau yang biasa disebut qailullah.



BACA INFO PENTING INI JUGA ....: 

Misi Pemuda Pekalongan yang Naik Haji Jalan Kaki












Alasannya karena ingin tahu jejak kakeknya yang pernah menempuh pendidikan di Al Azhar," ucap Saofani Solichin, ayah Gus Khamim, di kediamannya di Desa Rowokembu, RT 11/03, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, belum lama ini.

Tak hanya itu, awal Mei lalu saat sang ayah sedang umrah di Tanah Suci bersama kakak pertama Gus Khamim, Sony, mereka ditemui seorang perempuan warga negara Malaysia.

Menurut informasi, kedatangan Gus Khamim sebagai haji backpacker itu ke Mekah itu sudah ditunggu oleh berbagai pihak, termasuk teman dan kerabatnya sendiri.

 "Kemarin belum lama ini saya umrah. Saat itu Khamim masih berada di Myanmar. Tapi, saat di Mekah saya ditemui oleh seorang perempuan yang katanya kerabat dari habib teman dari Khamim," ucap dia.

Dalam percakapan antara kerabat habib dengan ayah Khamim itu, perempuan itu meminta izin kepada orangtua agar Gus Khamim diizinkan untuk menjadi pengajar atau guru di Mekah.

"Perempuan itu bertanya, apakah Gus Khamim diizinkan tinggal di sini (Mekah). Karena habib menawarkan Gus Khamim untuk menjadi pengajar. 


Ya, saat itu saya jawab, terserah saja. Kalau memang nanti anaknya mau ya silakan saja. Apa pun keputusan Khamim saya mengizinkan dan rida," ujar Saofani.

Selain minta diizinkan untuk menjadi seorang pengajar, Gus Khamim si haji backpacker itu juga akan dicarikan jodoh jika memang dirinya sudah siap untuk menikah nantinya.

"Perempuan itu juga bilang kalau mau jadi pengajar di sini, nanti Gus Khamim kita carikan jodoh dan menikah di sini saja," ujar dia.

Sosok haji pejalan kaki nyata berwujud pada diri Muhammad Khamim Setiawan (29). Pemuda asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu sengaja berjalan kaki demi bisa menunaikan ibadah haji.











BACA INFO PENTING INI...:↓

Minggu, 16 April 2017

MasyaAllah Beruntungnya...!!! Jika Anak Pertama Anda Adalah Perempuan, Ini Alasannya...

Sebenarnya punya anak perempuan itu anugerah yang diidam-idamkan, terutama bagi mereka yang belum punya anak perempuan hihihi..
 
Dan lagi anak perempuan itu bisa didandani macam-macam dengan pernak pernik yang lucu-lucu. Lagipula aneh juga kalau anak lelaki dipasangi pita atau jepit rambut, apalagi pakai piyama gambar frozen.. aiih..

Anak adalah hibah dari Allah, sementara manusia hanya bisa meminta. Sehingga yang lebih penting adalah berusaha mensyukuri kehadiran semua anaknya.


“Hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. as-Syura: 49)
Dalam ayat ini, ketika Allah menceritakan nikmat anak yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Allah mengawalinya dengan anak perempuan, baru anak lelaki.

Sebagian ulama memahami, urutan ini bukan tanpa makna.
Artinya, bisa jadi mereka yang dikaruniai Allah anak perempuan sebagai anak pertama, itu merupakan tanda kebaikan untuknya.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya membawakan keterangan sahabat Watsilah bin al-Asqa’,

“Bagian dari keberkahan wanita, ketika dia melahirkan anak pertamanya berjenis kelamin perempuan, sebelum anak laki-laki. Karena Allah berfirman, (yang artinya): “Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki”.

Dalam ayatini Allah mulai dengan anak perempuan.” (Tafsir al-Qurthubi,16/48).

Hadisnya Dhaif.
 Terdapat riwayat yang marfu’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa keberkahan wanita, ketika anakpertamanya perempuan. Namun semua riwayat marfu’ ini statusnyadhaif.
 
Diantaranya, disebutkan asy-Syaukani dalam tafsirnya, riwayat yang dibawakan Ibnu Mardawaih dan Ibnu Asakir dari Watsilahbin Asqa’ secara marfu’,

“Bagian dari keberkahan wanita, anak pertamanya perempuan. Karena Allah berfirman (yang artinya),

“Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (Fathul Qadir, 4/776)

Demikian pula diriwayatkan ad-Dailami dalam musnadnya dari Aisyah secara marfu’,

“Bagian dari keberkahan wanita kepada suaminya, mahar yang murah dan anak pertama perempuan”.
(hadis ini di-dhaif-kanas-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah).

Terlepas dari status hadisnya yang bermasalah, anak adalah anugrah dari Allah. 

Sementara manusia tidak memiliki pilihan untuk menentukan jenis kelamin buah hatinya.

Karena anak adalah hibah dari Allah, sementara manusia hanya bisa meminta. Sehingga yang lebih penting adalah berusaha mensyukuri kehadiran semua anaknya.
Para ulama menilai keberuntungan bagi yang memiliki anak perempuan, untuk membangun sikap optimis terhadap setiap anugrah yang Allah berikan.

Agar jangan sampai muncul perasaan sial, seperti yang diyakini masyarakat jahiliyah.

Allah ceritakan karakter mereka dalam al-Qur’an,

“Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?.”
(QS. an-Nahl:58 – 59).

Jadi di dalam masyarakat jahiliyah, kelahiran seorang anak perempuan sangatlah hina dan memalukan hingga mereka bahkan tega untuk menguburnya hidup-hidup.

Sumber : Teyangan.com 

Baca Juga : 

Subhanallah..!!! Inilah 10 Ilustrasi pengorbanan orangtua untuk anaknya..!!! sumpah bikin mewek

Menjadi orangtua adalah tugas yang berat. Selain untuk hidupnya sendiri, orangtua harus juga ikut memikirkan hidup anak-anaknya. 

Ibarat kata nih, kebahagiaan anak-anaknya adalah prioritas utamanya. 
Bahkan, demi sang anak, orangtua rela mengorbankan apa saja dalam hidupnya, termasuk nyawanya sekalipun. Luar biasa memang.

10 Ilustrasi yang brilio.net lansir dari berbagai sumber, Kamis (2/3), ini akan membuatmu mewek kalau paham betapa besar pengorbanan orangtua untuk anak-anaknya.

1. Pengorbanan orang tua, bahkan saat sakit sekalipun.

2. Apapun demi hidup anak-anaknya.
3. Paham kan apa arti ilustrasi ini?

4. Kalau kamu paham, pasti akan berkaca-kaca melihat pengorbanan ini.
5. Nggakpapa Nak, demi baju yang bagus buat kamu..

6. Kamu akan melakukannya juga saat menjadi orang tua kelak.
7. Hidup dan pikiran orang tua untuk anak-anaknya.

8. Berkorban apapun yang mereka punya untuk kebahagiaan anaknya.
9. Yang penting anak-anaknya bisa makan.

10. Kalau cuma kehujanan, ayah tak apa.
 

Sumber : Brilio.net
 Baca Juga :

Sabtu, 15 April 2017

Inilah Pengorbanan Seorang Istri Untuk Suami Yang Sering Tidak Sadari. Para Suami Baca Ini!!!

Dalam sebuah rumah tangga pasti ada perselisihan kecil yang membumbui perjalan rumah tangga setiap orang, ada pasang surutnya juga dalam perjalanan rumah tangga, rumah tangga tak selalu berjalan lancar dan mulus sesuai dengan keinginan anda. 

Bahkan mungkin dengan awal perselisihan terhadap pasangan akan berujung pada hal yang tidak di inginkan setiap pasangan yaitu perpisahan. Wanita adalah merupakan salah satu karunia terindah yang ada dan penting di dunia, akan tetapi banyak perjuangan serta pengorbanan wanita tidak di ketahui pria.


Berikut ini Pengorbanan seorang Istri yang mungkin Suami jarang mengakuinya :

1. Di Saat suami telah memutuskan menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis sebab terluka, tetapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.
2. Sebagai istri ia harus siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.

3. Pada Saat suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk dapat menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.

4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tidak berbatas. Ia bangun saat siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, kemudian mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, saat pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.
5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang isteri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service babu dan wanita penghibur digabung jadi satu.

6. Saat suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang tak terlalu paham penderitaan macam begini sebab mereka tidak mengalaminya

7. Meski Lelaki tidak paham benar, tetapi Allah Maha Mengerti, sebab itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal sebab melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.
Sungguh sangat Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. 
 
Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

Sahabat  medianda, itulah uraian tentang pengorbanan seorang istri terhadap suami yang belum diketahui para suami, semoga dengan adanya artikel ini dapat membuka fikiran seorang laki-laki terhadap pasangannya agar selalu menjaga perasaannya dan juga memuliakannya.   

Semoga bermanfaat



Sumber:Ukhtiindonesia.com

Baca Juga :

INGAT,,!!!,Tidak Ada Hubungan Yang Kuat Tanpa Pertengkaran Yang Hebat....

Ibarat sebuah perjalanan panjang, itulah sebuah hubungan. Ini teruntukmu yang baru mau memulai perjalanan itu, sedang berjalan atau bahkan akan segera mencapai babak baru dan sampai pada tujuan dari menjalin sebuah hubungan dengannya yang kau cintai. 

Sebuah perjalanan tentu mempunyai medan jalan yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan Yang kita pikir mudah untuk dilalui ternyata berjalan bersama dengan tujuan yang sama terkadang lebih sulit mencapainya, dibanding harus berjalan sendiri. 


 layaknya sebuah perjalanan itu pula, sebuah hubungan penuh liku, penuh rintangan, penuh ujian, perlu ekstra kesabaran, dan perlu komitmen yang kuat untuk tetap sampai. 
Siapapun dari kita, memiliki keunikan dari berbagai pola pikir, sudut pandang, karakter dan gaya hidup. Dan begitu juga dengannya. 

Sekalipun saling mencintai, dan merasa dicintai bukan menjadi kemutlakan untuk merubah orang lain sesuai keinginanmu. 

Ketidak sepahaman inilah yang sering memunculkan riak-riak perdebatan, dan ini wajar. Karena disadari atau tidak dalam sebuah hubungan beda pendapat, beda selera, beda keinginan, beda kemauan, gengsi untuk mengakui kesalahan dan egois menjadi hampir keseharian. 

Dan ini wajar. Ini masalah kecil yang masih bisa diatasi, dengan mengkomunikasikannya baik-baik dan saling mengerti.

Akan tetapi, bagaimana dengan hubungan yang diterpa ujian sedikit lebih berat dari itu semua. Pernahkah diantara kita diuji untuk menghadapi pihak ketiga ? Dimana kedatangan peserta baru dalam perjalanan kalian membuatnya berubah. 
 
Entah mulai sering berbohong, tidak jujur, acuh, tidak lagi seperhatian biasanya, komunikasi memburuk, atau dingin ?. Kecurigaan demi kecurigaan akhirnya meluap menjadi emosi dan pertengkaran hebat.
 
Ketidakcocokan akhirnya menjadi alasan untuk segera mengakhiri semuanya. Ketahuilah jangan mengambil keputusan apapun disaat marah. 
 
Dan mungkin sebagian dari kita mengambil keputusan yang salah, dengan tidak mempercayainya lagi dan lebih mempercayai dari apa yang terlihat. 
 
Dan apakah masih ada diantara kita yang membaca ini yang masih mau memilih memaafkan dan memberi kesempatan disaat ia menjelaskan kejadian dan alasan yang sebenarnya? 
 
Pernahkah diantara kita berpikir akan kebaikan demi kebaikan yang telah dia berikan untukmu, perhatian demi perhatian yang telah dia tunjukkan padamu, kebahagiaan dan caranya membuatmu tersenyum dan momen dimana hanya ada dia yang ada di saat sedihmu.
Lantas, pernahkah juga kalian mengingat kembali sejauh apa kalian berjalan dan merasa saling melengkapi sebelumnya. 
 
Yakinlah, tidak ada hubungan yang kuat tanpa melalui pertengkaran hebat. Apapun permasalahan yang muncul menghadang perjalanan kasih kalian, di depan akan selalu ada yang lebih berat lagi. 
 
Sahabat, itu lah seninya dari sebuah hubungan. Bahkan dengan ujian dan permasalahan yang berat bila kalian mampu mengkomunikasikan, saling mengakui kesalahan, saling memperbaiki dan saling memaafkan, maka kelak ketika memang berjodoh, kalian akan lebih dewasa dari sebelumnya. 
 
Semuanya akan terlewati bila kalian masih saling menyayangi dan komitmen untuk bersama apapun yang terjadi nanti.

Terakhir, teruntukmu yang melakukan kesalahan. Tolong, jangan mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah termaafkan.


Semoga bermanfaat.


Sumber:Medianda-News
 
Baca Juga : 

Yakinlah, Bahwa Orang yang Benar-benar Menyayangimu Tidak Akan Mudah Mengobral Kata Sayang

Hati perempuan itu memang sangat lembut dan sangat peka akan segala sesuatu, sehingga tak heran jika hatinya mudah tersentuh. 

Untuk kata-kata sederhana yang dikatakan dengan lembut saja sudah cukup bagi mereka untuk mereka merasa senang karena merasa dihargai. 

Karena saking lembutnya itu perempuanpun langsung mudah mempercayai orang lain dan mudah dibohongi oleh kekasihnya.


Untuk itu sebagai perempuan ada baiknya engkau untuk lebih peka lagi dalam menggunakan perasaanmu agar engkau tidak tertipu oleh bujuk rayu seseorang terutama orang yang engkau pacari. 
 
Terlebih lagi jika ia dengan begitu mudahnya mengumbar kata sayang padamu.
  
Mereka yang benar-benar menyayangimu pasti tidak akan mudahnya mengobral kata sayangnya jika sedang butuh bantuanmu. 

Jika tidak percaya silahkan engkau kembali mengkoreksi lagi kapan pasanganmu akan lebih sering mengucapkan kata sayang, apa saat biasa-biasa saja ia tetap mengucapkan kata sayang atau ia baru akan mengeluarkan kata sayang dengan porsi yang lebih banyak kalau dia sedang ada maunya saja.

Mereka yang benar-benar menyayangimu punya cara sendiri untuk meminta maaf padamu jika sedang melakukan kesalahan. 
 
Mereka tetap akan memanggilmu dengan kata sayang namun tidak sesering mereka yang tidak benar-benar menyayangimu. 
Mereka yang tidak sungguh-sungguh dengan perasaan sayangnya akan lebih banyak mengumbar kata sayangnya demi membuat engkau memaafkan kesalahannya. 
 
Percayadeh telingamu akan menjadi sangat akrab dengan kata sayang kalau pacaran sama orang yang pandai mengobral kata sayang.

Tidak ada salahnyakan bila hanya antisipasi kemungkinan kalau sebenarnya si dia juga memanggil sayang sama banyak orang, atau mungkin perempuan lain. 
 
Saat bersamamu benar dia hanya mengucapkan kata sayang padamu seorang, lalu bagaimana jika kalau tidak sedang bersamamu, apakah engkau yakin kalau sayangnya dia hanyalah engkau seorang.

Tidak ada salahnyakan bila hanya antisipasi kemungkinan kalau sebenarnya si dia juga memanggil sayang sama banyak orang, atau mungkin perempuan lain. 
 
Saat bersamamu benar dia hanya mengucapkan kata sayang padamu seorang, lalu bagaimana jika kalau tidak sedang bersamamu, apakah engkau yakin kalau sayangnya dia hanyalah engkau seorang.
Walau demikian engkau tak perlu sebegitunya mencurigai pasanganmu jika tiba-tiba memanggil kata sayang. Engkau sendiri pasti tahu kapan dia akan lebih banyak memanggil sayang dan engkau tau pasati alasan mengapa ia mengucapkan kata sayang. 
 
Yang jelas alasannya bukan karena dia lagih butuh bantuanmu, lagi memaksama untuk sesutu yang menyakitimu atau mendapatkan kado mahal dari dirimu. 
 
Kalau kadonya tidak mahal kata sayangnya bisa jadi lebih sedikit (mata duitan). Mereka yang benar-benar menyayangimu pandai mengatur keluarnya kata sayang itu agar selalu bisa bermakna indah.

Semoga bisa member inspirasi dan bermanfaat


Sumber : kajian-ukhuwah.blogspot.co.id
 
Baca Juga :

Kamis, 13 April 2017

Subhanallah!!....Doa Orang ini Tak kan Tertolak. Rasulullah SAW Berpesan, Jika Berjumpa Dengan Orang Ini,Mintalah Doa Kepadanya

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur'an dan menangis, 
 
pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
.
Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, 
 
dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa'at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa'at sejumlah qobilah Robi'ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. 
 
Dia adalah "Uwais al-Qarni". Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.
Seorang fuqoha' negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : "Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri".
 
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. 
 
Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, 
 
ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.
 
Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. 
 
Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. 
 
Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.
 
Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah "bertamu dan bertemu" dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. 
 
Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.


Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. 
 
Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya. 
 
Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. 
 
Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. 
 
 Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. 
 
Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : "Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.
Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. 

Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, 

semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya. 

Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina 'Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. 

Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. 

Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,

" Engkau harus lekas pulang". Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina 'Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. 

Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

 Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. 

Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina 'Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina 'Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. 

 Rosulullah SAW bersabda : "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : 

"Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do'a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi".
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. 
 
Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. 
 
Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. 
 
 Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.
 
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. 
Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. 
 
Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. 
 
Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. 
 
Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? "Abdullah", jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : 
 
"Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?" Uwais kemudian berkata: "Nama saya Uwais al-Qorni". Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. 
 
Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo'akan untuk mereka. 
 
Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: "Sayalah yang harus meminta do'a kepada kalian". Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: "Kami datang ke sini untuk mohon do'a dan istighfar dari anda". Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo'a dan membacakan istighfar. 
 
Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi".


Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. 
 
 Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. 
 
Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. "Wahai waliyullah," Tolonglah kami !" tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi," Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!"Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: "Apa yang terjadi ?" "Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak ?"tanya kami. 
"Dekatkanlah diri kalian pada Allah ! "katanya. "Kami telah melakukannya." "Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!" Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. 
 
Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,"Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat". "Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? "Tanya kami. "Uwais al-Qorni". Jawabnya dengan singkat. 
 
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir." "Jika Allah mengembalikan harta kalian. 
 
Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" tanyanya."Ya,"jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat di atas air, lalu berdo'a. 
 
Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.
 
Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. 
 
Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. 
 
Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, "ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar r.a.)
 
Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. 
 
Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. 
 
Mereka saling bertanya-tanya : "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.
 
 Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa "Uwais al-Qorni" ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.
 
Sumber : kisahinspiratif.com
 
Baca Juga :